Tujuh Langkah Sukses Sebelum Beli Rumah untuk Investasi

JAKARTA – Investasi properti masih terus dipercaya sebagai sektor paling strategis untuk para investor menjaga asetnya agar terus berkembang. Dengan permintaan yang tinggi dan persediaan yang terbatas, harga jual bisa terus melonjak dalam waktu yang relatif singkat. Maka tak heran banyak orang yang berencana untuk menjual rumahnya dalam jangka waktu panjang.

Tak cukup sampai disitu, bisnis sewa properti juga menjadi bidikan oleh para investor. Sayangnya, banyak pemilik rumah sewa yang kurang memahami cara untuk mendapatkan return-of-investment atau balik modal dalam waktu cepat.

Cermati 7 tips ini sebelum Anda siap membeli properti untuk disewakan.

1. Lakukan Riset Pasar
Jika Anda berencana membeli properti untuk disewakan, pahami dulu tren pasar yang sedang berlangsung. Buka mata Anda lebih lebar, pahami potensi keuntungan dan kerugian dengan banyak berkonsultasi dengan para ahli. Semakin banyak riset yang dilakukan maka kesempatan bisnis Anda berhasil akan semakin besar. Misalnya di tahun 2015 kondisi perekonomian disusul properti sedang mengalami kelesuan, maka ini saat yang tepat untuk Anda memanfaatkan potongan harga dan promo sebanyak-banyaknya. Biasanya di tengah kondisi pasar yang sepi pembeli, pengembang akan berupaya menarik minat konsumen.

2. Pilih Lokasi yang Prospektif
Istilah prospektif bukan tak harus selalu identik dengan kisaran harga sangat mahal ataupun sangat murah. Biasanya hal ini lebih identik dengan daerah dimana banyak orang yang tertarik untuk bertempat tinggal di sana dengan berbagai macam alasan. Carilah lokasi yang memiliki daya tarik yang spesial, ataupun dekat dengan transportasi umum seperti commuter line, sekolah, rumah sakit dan pusat perbelanjaan. Anda harus mencocokkan bujet yang dimiliki dengan daerah yang sedang dicari banyak orang untuk bertempat tinggal.

3. Konsultasi Sebelum Ajukan KPR
Untuk menemukan pinjaman kredit pinjaman rumah atau KPR, Anda perlu melakukan pemilihan lembaga perbankan yang tepat. Tidak ada salahnya untuk Anda berkonsultasi dengan broker independen untuk mencari bank yang di rekomendasikan. Biasanya mereka tak hanya sekedar memberi informasi promo KPR dan beberapa bank, namun juga memberi gambaran plus minus yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

4. Jangan terlalu ambisius – tetap berpatokan pada rental yield
Berdasarkan pengalaman para miliuner properti, Anda harus memahami bahwa bisnis ini tetap membutuhkan waktu agar mencapai pendapatan tinggi setiap bulannya. Begitu pula ketika Anda hendak menentukan tarif sewa yang sesuai. Umumnya, cara paling tepat untuk memberikan banderol harga adalah dengan berpatokan pada rental yield. Rental yield adalah pemasukan per tahun yang didapat berbanding dengan harga jual.
Contohnya, di daerah Ciputat rental yield rata-rata adalah 5 persen. Maka dengan harga jual Rp500 juta, harga sewa yang pantas adalah Rp25 juta per tahun. Meski begitu, Anda bisa menambah harga sewa tersebut sedikit lebih tinggi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi rumahnya. Jangan lupa untuk memperhitungkan biaya cicilan dan perawatan rumah yang harus digabungkan dalam harga final harga sewa.

5. Pertimbangkan Lokasi diluar Area Tempat Tinggal
Kebanyakan investor mencari properti yang lokasinya berdekatan dengan tempat tinggal. Sayangnya, tidak semua lokasi yang dekat tempat tinggal adalah tempat yang prospektif. Poin plusnya, mungkin Anda bisa dengan mudah mengecek kondisi bangunan setiap saat. Namun tugas tersebut sebenarnya bisa Anda serahkan kepada agen properti. Coba lirik area yang lebih luas dari tempat tinggal Anda, cara ini juga akan memberi nilai yang lebih aman untuk aset investasi.

6. Lakukan Penawaran Harga
Sebagai investor yang membeli properti untuk disewakan, Anda harus melakukan negosiasi harga seperti halnya menjadi pembeli properti pertama kali. Lakukan penawaran harga yang rendah dan jangan dengan mudah meninggikan peanwaran. Ada banyak cara untuk memahami pasar sebelum melakukan negosiasi. Perkaya pengetahuan Anda seputar prospek dan kenaikan harga di kawasan tersebut.

7. Pilih Menggunakan Jasa Agen atau Tidak
Membeli sebuah properti hanyalah langkah awal. Selanjutnya Anda harus memasarkan unit rumah tersebut untuk kemudian disewakan dalam jangka waktu bulanan atau tahunan. Untuk urusan ini Anda lagi bisa menyerahkan tugas kepada agen properti, namun mereka akan mengenakan sejumlah biaya untuk beriklan. Anda bisa saja menghemat bujet dengan melakukan renovasi rumah sendiri, mengiklankan rumah untuk disewa, namun tugas ini akan membutuhkan waktu ekstra.

Sumber : Okezone.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *