February 03 2018 0Comment

Selama Perekonomian Tumbuh, Industri Properti Bakal Terus Bergeliat

Kondisi sektor properti di Indonesia belakangan belum bisa bangkit dari keterpurukan sejak tahun 2014. Banyak kalangan memprediksi, sektor properti Indonesia baru akan bisa bangkit pada tahun 2019 mendatang.

Namun, Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Persero Maryono mempunyai tanggapan berbeda terkait hal tersebut. Maryono memprediksi sektor properti pada tahun 2018 ini bisa rebound dari keterpurukan.

Ada beberapa hal yang membuat Maryono mengatakan hal tersebut. Alasan utamanya adalah proyeksi dan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Belum lagi, potensi properti juga dinilai masih cukup besar. Karena angka permintaan masyarakat terhadap hunian juga masih cukup tinggi.

“Saat ini pun angka permintaan rumah masih tinggi atau mencapai lebih dari 11 juta unit. Dengan adanya peningkatan daya beli pada tahun ini, dibarengkan dengan berbagai promosi yang kami berikan kami sangat optimis,” ujarnya dalam acara pembukaan IPEX 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (3/2/2018).

Belum lagi, pada tahun ini juga ada beberapa event besar yang diprediksi akan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi. Seperti event Asian Games 2018, hingga Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di berbagai daerah.

“Itu (pilkada dan Asian Games) mempunyai dampak pertumbuhan ekonomi secara nasional. Dan Karena pertumbuhan properti mempunyai dampak ke ekonomi nasional sekaligus bisa meningkatkan properti secara umum,” jelasnya.

Sementara itu, hingga akhir 2017, Bank BTN telah menyalurkan kredit perumahan sekitar Rp149 triliun (unaudited). Jumlah tersebut naik 20,41% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp116,54 triliun di periode yang sama dari tahun sebelumnya.

Sebagai informasi, dalam rangka mendukung program satu juta rumah, hingga akhir tahun lalu bank BTN telah menyalurkan kredit Rp71,34 triliun untuk 666.806 unit rumah. Realisasi tersebut tercatat mencapai 100,12% atau melebihi target Bank BTN pada 2017 sebesar 666.000.

“Khusus 2017 kami menyalurkan KPR kurang lebih 672 ribu unit. Nilai kurang lebih Rp78 triliun. Di tahun  2018 , kita akan menyalurkan kepada 750 ribu unit baik subsidi maupun nonsubsidi,” jelasnya.

 

Sumber: okezone.com

humaikon

Write a Reply or Comment