February 10 2016 0Comment
KPR, PNS

Peta Potensi Properti Indonesia di 2016

Pertumbuhan properti di Indonesia pada 2016 diperkirakan baru mulai terlihat pada semester II-2016.

Menurut Indonesia Property Watch (IPW), Hal ini karena adanya indikasi pertumbuhan potensi dari masing-masing wilayah di Indonesia.

Potensi tersebut dapat dilihat dari riset yang dilakukan oleh IPW, ‘Property Market Warning 2016’, yang di mana menunjukkan peta potensi di masing-masing wilayah.

Di Jakarta misalnya, beberapa lokasi masih diwarnai over value, namun segmen apartemen menengah masih memiliki potensi. Berbeda dengan Bogor, perumahan segmen menengah masih berpotensi di Kota Hujan ini.

Sedangkan, wilayah Jabodetabek lain, seperti Bekasi, IPW memperingatkan terjadinya over supply di kota ini, namun apartemen menengah dan perumahan menengah dinilai masih berpotensi. Sedangkan, permintaan juga tinggi untuk landed, apartemen, dan komersil khususnya di Cikarang.

Di Depok, potensinya berada di properti segmen menengah urban komuter, sertalanded house yang masih memiliki peluang untuk bertumbuh di wilayah setempat.

Di wilayah penyangga Jakarta lainnya, yakni Tangerang menunjukkan over value. Namun demikian, potensi landed house di kelas menengah masih terbilang kuat. Perbedaan terjadi di apartemen menengah yang potensinya masih sangat tipis.

Sedangkan untuk kota besar lainnya seperti Yogyakarta, Surabaya, dan Malang, masing-masing memiliki potensi di berbagai sektor, hotel dan apartemen masih tampak lesu di Yogyakarta. Sedangkan perumahan berpeluang di Malang meski terbatas. Di Surabaya, persaingan masih terlihat di sektor Apartemen.

Masih di Pulau Jawa, Karawang masih tetap konsisten di sektor industri dan perumahan untuk tumbuh.

Beralih ke wilayah Barat, Pulau Batam seharusnya dapat lebih menunjukkan peningkatan properti ke depannya. Beberapa kota di Sumatera pun mulai bertumbuh meskipun belum dapat dikatakan tren murni karena masih diwarnai permintaan semu.

humaikon

Write a Reply or Comment