October 26 2017 0Comment

Pertumbuhan Properti Butuh Konsistensi Pemerintah

Jakarta – Kebijakan-kebijakan pemerintah berdampak positif pada optimisme terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,2%. Kondisi ekonomi diperkirakan akan stabil hingga akhir tahun jika pemerintah tetap konsisten menjalankan kebijakan yang berlaku.

Ike Hamdan Head of Marketing Rumah.com mengatakan kebijakan-kebijakan pemerintah berdampak positif pada optimisme terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,2%. Kondisi ekonomi diperkirakan akan stabil hingga akhir tahun jika pemerintah tetap konsisten menjalankan kebijakan yang berlaku.

Di sisi suplai, perlambatan pasar properti pada pertengahan 2018 sebagai dampak Hari Raya Idul Fitri serta Pilkada Serentak 2018 mungkin terjadi, begitu juga menjelang Pemilu Legislatif & Pemilihan Presiden 2019.Sementara di sisi permintaan, kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah membuat optimisme konsumen dalam membeli rumah pada 2018 masih tetap tinggi

“Satu tahun sebelum tahun politik 2019, pasar properti akan sedikit lebih bergairah dan ini merupakan kesempatan yang tepat untuk membeli properti, baik untuk dihuni atau dipakai sendiri maupun sebagai sarana investasi,”. katanya Selasa (24/10)

Adapun Data Bank Indonesia Bank Indonesia mencatat indikasi peningkatan pertumbuhan kredit baru pada Q2 2017, diantaranya: Kredit Pemilikan Rumah (KPR)/Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) mencatatkan kenaikan tertinggi yakni sebesar 70,7% pada Q2 2017. Real estate mencatatkan rasio NPL yang relatif kecil, yakni sebesar 1,85%. Rasio NPL tertinggi di sektor properti berasal dari segmen rumah-toko (ruko) yakni sebesar 4,5%.

Dari segmen apartemen, rasio NPL tertinggi berasal dari apartemen dengan luas kurang dari 21m2, yaitu 5,52%. Sementara rasio NPL terendah apartemen berasal dari tipe besar (di atas 70 m2) yaitu sebesar 1,77%.

Sebaliknya, rasio NPL terendah pada rumah tapak justru berasal dari tipe dengan luas menengah (36-70m2) yakni sebesar 2,69%. Sementara rasio tertinggi berasal dari tipe besar (3,13%).

Sumber: bisnis.com

humani

Write a Reply or Comment