Menanti LRT Tembus ke Bogor di 2020

Pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur. Salah satu yang saat ini dikebut ialah proyek Light Rail Transit (LRT) yang menghubungkan Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek).

Proyek LRT Jabodebek sendiri dikerjakan dalam dua tahap. Saat ini, pemerintah melalui badan usaha sedang fokus membangun tahap pertama sepanjang 43 kilometer (km).

Proyek LRT Jabodebek tahap II sendiri nantinya diperkirakan memiliki panjang sekitar 40 km. Panjang itu akan meliputi lintasan Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol.

Progres fisik proyek LRT Jabodebek tahap I secara total saat ini sudah mencapai 40%. Angka tersebut merupakan progres hingga akhir Juni, sejak groundbreaking pada September 2015 lalu.

Sementara itu, bagaimana persiapan proyek LRT tahap II?

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan 2 tahun lagi lintasan LRT Jabodebek bakal sampai Bogor.

Budi Karya mengatakan akan segera membangun LRT dari Cibubur hingga Bogor. Dia menargetkan pembangunan lintasan ini selesai dalam 2 tahun. Nantinya jalur LRT bakal sampai Terminal Baranangsiang.

“Ini ada LRT, sekarang baru sampai Cibubur, tapi 2 tahun lagi sampai Bogor. LRT nanti sampai Terminal Baranangsiang,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (26/8/2018).

Tak hanya menghubungkan Bogor dengan Jakarta dan sekitarnya, kata Budi nantinya juga bakal dibuat LRT dalam skala lebih kecil untuk mobilitas di dalam kota Bogor.

“Nanti kita buat LRT yang lebih kecil mengelilingi Kota Bogor. Jadi dengan adanya LRT yang sudah disetujui Presiden (Joko Widodo) ini bisa dibangun dalam waktu dekat,” tambahnya.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan pembangunan LRT lintas ini bakal menggandeng perusahaan swasta yang berminat menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno juga menilai proyek tersebut bisa menggandeng perusahaan swasta.

Menurutnya perusahaan swasta bakal berminat terlibat di penggarap proyek LRT Jabodebek dari Cibubur ke Bogor.

“Saya pikir nanti berikutnya swasta saja, KPBU, kerja sama pemerintah dengan badan usaha. Saya yakin swasta mau karena penumpangnya banyak. Kalau swasta sudah bangun, pemerintah tinggal bantu subsidi saja,” tambahnya.

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menilai LRT memang perlu dibangun sampai ke Bogor. Pasalnya keberadaan KRL Jabodetabek sudah semakin penuh dan desak-desakan.

Menurutnya perlu ada alternatif moda transportasi untuk memecah tingginya angka penumpang di KRL Jabodetabek. Maka dirasa tepat jika pembangunan LRT dilanjutkan ke Bogor.

“Saya kira di Bogor itu sekarang kan sudah ada KRL. Kita lihat penggunanya sudah banyak,” katanya saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Minggu (26/8/2018).

Djoko menyebut, pengguna KRL mayoritas berasal dari Bogor. Jumlahnya diperkirakan 60% lebih. Sisanya adalah penumpang yang berasal dari Tangerang, Bekasi, dan sekitarnya.

Nantinya keberadaan LRT hingga ke Bogor bisa menjadi pilihan warga di sana yang hendak ke Jakarta, selain mengurai kepadatan di KRL Jabodetabek.

“Sementara yang mau ke Jakarta dia di wilayah timur Bogor bisa manfaatkan jalur LRT. Bagi orang-orang Bogor yang merasa KRL terdesak bisa punya pilihan ada KRL ada LRT,” sebutnya.

Sementara itu, KRL Jabodetabek sudah tidak memungkinkan lagi untuk menambah kapasitas angkut. Pasalnya akan menganggu perlintasan sebidang. Perlintasan sebidang bakal makin macet jika intensitas perjalanan kereta bertambah.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *