Mau Pengajuan KPR Anda Disetujui? Ini Kuncinya!

Jakarta Mengingat harga rumah mahalnya bukan kepalang, beli rumah secara kredit akhirnya jadi pilihan banyak orang. Dan membeli rumah secara kredit dengan cara cicilan KPR bisa jadi merupakan ikatan perjanjian utang piutang terbesar dan terpanjang yang mungkin pernah Anda putuskan.

Sayangnya untuk mendapatkan persetujuan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dari bank bukanlah perkara yang gampang. Anda harus melalui berbagai tahap proses penyaringan dan bermacam proses administrasi dan legalisasi.

Dan bank biasanya menggunakan lima faktor kunci sebagai pertimbangan sebelum memutuskan untuk menyetujui permohonan KPR Anda. Dan seperti yang dirangkum dari Rumah.com, kelima faktor kunci tersebut adalah:

1. Penghasilan Anda

Jenis penghasilan yang dipertimbangkan bank adalah penghasilan rutin dan terjamin. Bank akan memverifikasinya seperti dengan bukti tertulis yang berupa slip gaji terakhir, surat keterangan lama bekerja dari tempat Anda bekerja, dan fotocopy buku tabungan Anda selama 3 bulan terakhir.

Jika Anda seorang wirausahawan maka data-data yang diminta seperti fotocopy rekening tabungan atau giro Anda di bank. Kemudian untuk memerifikasi usaha Anda akan diminta data-data ijin usaha seperti NPWP, SIUP, TDP, dan lain-lain.

2. Utang atau kewajiban yang berjalan

Jika saat ini Anda memiliki utang berjalan dengan kewajiban pembayaran cicilan utang bulanan, maka otomatis bank akan mengurangi jumlah pinjaman KPR yang bisa diberikan berdasarkan penghasilan Anda.

Hal ini karena kewajiban yang berjalan tadi sudah mengurangi kemampuan Anda untuk membayar cicilan pinjaman berikutnya. Anggap saja Anda sudah memiliki cicilan utang mobil kemudian ditambah lagi dengan cicilan kredit rumah? Apakah sisanya cukup untuk menutupi biaya hidup?

Batas maksimal total cicilan utang bulanan yang dianggap aman oleh bank adalah sebesar 30% saja dari total penghasilan bulanan.

3. Besarnya pembiayaan sendiri

Terlepas dari faktor penghasilan, maka besarnya jumlah kredit rumah juga disesuaikan dengan harga rumah yang akan Anda beli. Bank juga tidak memberikan 100 persen pinjaman, berdasarkan harga rumah, untuk rumah pertama maksimal 90 persen. Sisanya, harus Anda biayai sendiri.

Biaya yang Anda biayai sendiri inilah yang dijadikan sebagai uang muka yang dibayarkan kepada penjual rumah. Intinya semakin besar kemampuan pembiayaan sendiri, maka semakin kecil risiko bagi bank, sehingga semakin besar peluang Anda mendapatkan persetujuan KPR.

4. Riwayat utang sebelumnya

Jika Anda pernah memiliki sejarah utang yang kurang baik, seperti punya cicilan yang macet dan belum diselesaikan atau berurusan dengan pengadilan sehubungan perkara pinjam meminjam, maka itu akan menyulitkan Anda.

Karena, begitu permohonan KPR Anda diterima maka bank akan segera mencari riwayat utang Anda dimasa lalu. Kebijakan setiap bank mungkin bisa berbeda-beda dalam menilai dan bertoleransi terhadap sejarah utang Anda. Yang pasti, besar kecilnya pinjaman yang diberikan akan disesuaikan dengan faktor risiko gagal bayar yang pernah terjadi di masa lalu.

5. Keberlangsungan penghasilan Anda

Walaupun kebiasaan berpindah-pindah pekerjaan atau perusahaan tempat bekerja cukup bisa dimaklumi, namun bank lebih menyukai calon peminjam dengan masa kerja yang lebih stabil dengan peningkatan karir yang cukup baik.

Paling tidak masa kerja Anda sudah lebih dari 2 tahun dan sudah diangkat sebagai pegawai tetap. Buat Anda yang berwirausaha, maka masa 2 tahun dari usaha yang berjalan dinilai cukup aman oleh bank.

 

Sumber : Liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *