February 04 2016 0Comment

LRT Bakal Dongkrak Properti di Sentul City

Light Rail Transit (LRT) keberadaannya akan memberikan efek positif terhadap kawasan di sekitar Jakarta. Melihat potensi yang dimiliknya, PT Sentul City Tbk (BKSL), pengembang township Sentul City mendukung pembangunan moda transportasi massal tersebut.

“Infrastruktur moda transportasi seperti LRT sudah saatnya disediakan untuk koridor Jakarta-Bogor, mengingat Jakarta-Bogor sudah merupakan suatu tatanan Megapolitan. Dan sebagai dampaknya, akan menumbuhkan kegiatan-kegiatan ekonomi baru dan juga membantu memeratakan kesejahteraan di sepanjang koridor tersebut. Terhadap Sentul City, pembangunan LRT tersebut akan mempercepat pertumbuhan sebagai Kota Mandiri dan sekaligus menggerakkan banyak investasi baru di kawasan Sentul City,” ujar Wakil Presiden Direktur BKSL Andrian Budi Utama.

Seperti diketahui, proyek LRT sudah diresmikan pembangunannya oleh Presiden Joko Widodo pada 9 September 2015 lalu. Pembangunan LRT yang merupakan bentuk upaya pemerintah dalam mengurangi kemacetan lalu lintas di wilayah Jabodetabek sudah diatur dalam Peraturan Presiden (PP) Nomor 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Kereta Api Ringan atau Light Rail Transit Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

Pembangunan LRT akan dilakukan secara bertahap, dengan total panjang 83,6 kilometer. Tahap I mencakup tiga trase, yaitu Cibubur-Cawang sepanjang 13,7 kilometer, Cawang-Dukuh Atas sepanjang 10,5 kilometer (Tahap I A) dan Bekasi Timur-Cawang sepanjang 17,9 kilometer (Tahap I B). Untuk tahap II, total panjang lintasan LRT mencapai 41,5 kilometer, meliputi lintas layanan Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, Palmerah-Grogol. Seluruh tahap pembangunan diperkirakan rampung pada 2018.

Andrian mengatakan proyek LRT akan berpengaruh positif terhadap prospek Sentul City ke depan karena nantinya Sentul City akan semakin mudah diakses. Apalagi rencananya jalur LRT koridor Cibubur-Bogor akan melintasi kawasan Sentul City dan stasiun LRT juga akan dibangun di Sentul City.

“Bagi investor properti, lokasi adalah pertimbangan utama. Di samping itu, akses juga akan menjadi pertimbangan yang tidak kalah penting. Hal inilah yang kami berikan kepada masyarakat konsumen agar mau berinvestasi di Sentul City, baik residensial maupun komersial,” tuturnya.

Kenaikan harga properti sangat ditentukan oleh faktor pendorong (blower), jelasnya. Fasilitas yang makin lengkap dan bertambahnya infrastruktur transportasi seperti LRT akan menjadi pendorong harga properti di Sentul City sehingga akan terus meningkat.

Sumber : okezone.com

 

humaikon

Write a Reply or Comment