January 08 2016 0Comment

Kawasan CBD Baru di Jakarta Timur

Asosiasi perusahaan Real Estat Indonesia (REI) menilai, seiring dengan perkembangan dunia bisnis saat ini, Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia membutuhkan kawasan central busisness distric (CBD) baru.

Jakarta Timur adalah lokasi yang dinilai cocok, mengingat ruang yang masih memungkinkan untuk pengembangan kawasan tersebut. Secara makro, kawasan Jakarta Timur memiliki potensi besar menjadi pusat CBD baru.

Keberadaan area CBD di Jakarta Timur, sekaligus sebagai upaya pemerataan lokasi ruang ritel dan kawasan hunian terintegrasi. “Hal itu bisa dilakukan dengan mengoptimalisasi akses transportasi publik dan penataan peningkatan intensitas tata ruang di wilayah sibuk Jakarta,” kata Lukman Purnomosidhi, Ketua Kehormatan REI, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Saat ini jalan tol yang ada di Jakarta sebagian besar memiliki rute melingkar. Hanya satu jalan tol yang berada di tengah, yakni Tol Dalam Kota yang melintasi MT Haryono dan Gatot Subroto. Rute tol melingkar tersebut merupakan akses strategis yang menghubungkan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan maupun contra flow Jakarta dengan Bodetabek.

“Ini adalah hal yang menguntungkan bagi lokasi Jakarta Timur. Termasuk wilayah selatan di kawasan Jakarta Timur sebagai pusat pertumbuhan properti baru di Jakarta,” tutur Lukman.

Sebelumnya pengamat properti Panangian Simanungkalit mengatakan, kemudahan akses yang ditimbulkan oleh kehadiran sarana infrastruktur transportasi akan membuat kawasan berkembang, baik sebagai kawasan permukiman maupun bisnis.

“Dukungan sarana infrastruktur transportasi akan membuat sebuah kawasan makin berkembang. Apalagi jika kawasan tersebut pada dasarnya berada di lokasi yang cukup strategis, baik untuk permukiman maupun bisnis. Jadi, rencana pembangunan infrastruktur transportasi darat di beberapa wilayah di DKI, seperti Light Rail Transit (LRT) akan berpengaruh besar bagi pertumbuhan bisnis properti di Jakarta ke depannya,” kata Panangian.

Panangian menyebut wilayah selatan di kawasan Jakarta Timur yang masih masuk dalam wilayah administrasi DKI Jakarta sebagai salah satu lokasi yang diuntungkan dengan kehadiran proyek infrastruktur tersebut. Selain dekat dengan akses tol Jagorawi dan JORR, lokasi kawasan akan makin strategis jika proyek LRT tahap pertama Cibubur-Cawang selesai.

Karena itu, menurut dia, wilayah selatan dari kawasan Jakarta Timur ini sangat berpotensi menjadi wilayah pertumbuhan baru atau properti sunrise yang baru di Jakarta. “Apalagi wilayah tersebut selama ini belum banyak tersentuh oleh pengembangan properti besar seperti pembangunan apartemen dan kawasan superblok,” kata Panangian.

Sumber : Okezone.com

humaikon

Write a Reply or Comment