January 14 2019 0Comment

Inspirasi dari Pasar Loak, Intip Desain Rumah Mungil Luas 90 Meter Ini

Inspirasi membangun rumah memang bisa datang dari mana saja.

Pasar loak, misalnya, seperti pada rumah mungil yang satu ini.

Menginjakkan kaki ke dalam rumah ini, kamu bisa dapat langsung melihat barang-barang antik terpajang di rak besi.

Di sana ada radio lama, mesin jahit, setrika, dan kamera analog.

Pemilik rumah ini, Ari Saputra dan Roslina Saputra, memang menyukai barang antik.

Itu sebabnya, barang antik jadi hiasan utama di sini.

Keduanya memamng memiliki hobi blusukan dan berburu barang antik.

Beberapa barang antik tersebut mereka beli di Pasar Loak Cikapundung, Bandung, atau flea market saat ke luar negeri.

Bukan hanya barang antik.

Dalam mendesain rumah, Ari dan Rosa—begitu mereka disapa— mengaku kerap mendapat inspirasi dari instagram, pinterest, blog luar, atau kafe-kafe.

“Dari desain-desain itu, kita ambil yang sesuai dan yang cocok sama rumah kita,” tutur Rosa.

Ruang tamu dari rumah mungil ini didesain simpel dengan satu sofa.

Ruang tamu dari rumah mungil ini didesain simpel dengan satu sofa.
Antara ruang tamu dengan ruang makan tidak ada sekat.
Antara ruang tamu dengan ruang makan tidak ada sekat.

Bila diperhatikan, rumah ini memang banyak menggunakan bata ekspos, mulai dari fasad sampai dinding interiornya.

Ari menceritakan bahwa ide ini ia dapat saat traveling ke New York.

Ia melihat banyak apartemen atau flat di sana yang menggunakan bata ekspos dan terlihat menarik.

“Kalau dilihat-lihat kan ukuran dan modelnya tidak terlalu beda sama di Indonesia, makanya saya coba terapkan bata ekspos itu di sini,” ujar Ari.

Beberapa furnitur yang berada pada rumah barunya ini, rata-rata merupakan limpahan dari rumah lamanya, misalnya sofa pada ruang tamu.

Warna sofa tersebut tadinya ialah krem.

Kelamaan, warna sofa menjadi pudar dan terkesan kotor.

Akhirnya, ia ganti kulit sofanya dengan warna biru denim.

Ketika ditanya soal desain, Ari dan Rosa mengaku awalnya mereka berkeinginan untuk merenovasi rumah yang mereka tinggali, namun akhirnya mereka justru mengubah niat mereka tersebut karena biaya yang dipatok oleh arsitek membuat mereka berpikir dua kali.

Setelah menimbang-nimbang, Ari dan Rosa akhirnya mengalokasikan dana renovasi tersebut untuk membeli rumah yang baru ditinggali selama 2 bulan ini.

Pada ruang TV ini, hanya terdapat satu sofa besar agar nyaman saat nonton TV. Ditambah juga lemari besar untuk menampung koleksi buku pemilik rumah..
Pada ruang TV ini, hanya terdapat satu sofa besar agar nyaman saat nonton TV. Ditambah juga lemari besar untuk menampung koleksi buku pemilik rumah..

“Karena biayanya mahal, jadi mending buat beli rumah baru aja kan,” ujar Rosa diselingi dengan tawa.

Setelah mencari-cari, ia dan suami pun jatuh hati pada rumah yang letaknya tak jauh dari rumah lamanya ini, hanya berbeda gang saja.

Namun, setelah membeli rumah ini, Ari dan Rosa melakukan renovasi di beberapa titik sebab menurutnya, layout rumah ini terlalu jadul.

Salah satu ruang yang direnovasi adalah ruang TV.

“Tadinya ini ruang tidur, tapi kita mau semua area istirahat letaknya di lantai atas, jadi kita ubah kamar ini jadi ruang TV tanpa sekat agar terlihat luas,” ujar Ari yang berprofesi sebagai fotografer di salah satu media massa ini.

Selain untuk investasi, alasan lain keluarga ini pindah rumah ialah karena kebutuhan ruang yang lebih besar dan luas.

Di rumah lamanya, jumlah ruang tidak terlalu banyak.

Hal ini membuat rumah terlihat sesak dan penuh.

Dengan hijrah ke rumah barunya ini, kebutuhan ruang semua terpenuhi, ada dua ruang tidur, ruang TV, ruang kerja, sampai ruang bermain untuk anak perempuannya.

Mengenai konsep, Rosa yang bekerja sebagai IT Director ini bercerita, mulanya ia ingin menggunakan konsep industrial untuk huniannya, namun hal itu ia urungkan.

“Maunya sih industrial tapi kok kayaknya boring banget ya kalau semuanya pakai industrial,” ujar ibu satu anak ini.

Selain digunakan sebagai ruang kerja, ruang ini juga biasa digunakan untuk menonton video bersama anak..
Selain digunakan sebagai ruang kerja, ruang ini juga biasa digunakan untuk menonton video bersama anak..

Akhirnya, ia memberikan sentuhan industrial hanya pada rak besi yang kehadirannya berfungsi sebagai partisi antara foyer dan ruang tamu saja.

Ketika ditanya soal rencana masa depan, mereka justru mengungkapkan mimpi untuk memiliki coffee shop.

Itu sebabnya, mereka hobi mengoleksi barang antik.

“Siapa tahu nanti kalau sudah memiliki coffee shop, barang-barang antik ini dapat kita letakkan di sana sebagai pelengkap interiornya,” tutur Rosa, menutup pembicaraan.

 

Sumber: idea.grid.id

humaikon

Write a Reply or Comment