May 10 2016 0Comment
marketing, agen,properti, broker, penjualan, komis, fee

Ingin Menjadi Agen Properti? Berikut Tahapannya

Anda merupakan seorang fresh graduated yang belum tahu mau berprofesi sebagai apa? atau sambil menjalankan kegiatan utama anda, penghasilan dari kegiatan lain juga anda inginkan? Mungkin agen properti atau istilah kerennya broker, bisa menjadi salah satu daftar pekerjaan yang patut digeluti.

Jika anda termasuk pribadi yang ulet, jujur, dan pantang menyerah, bukan tidak mungkin, pendapatan dari bidang properti ini dapat anda raih, karena menjadi Agen Properti adalah kesempatan yang dapat anda manfaatkan, terutama di masa sekarang ini.

Tips berikut, yang kami lansir dari investpedia.com dapat membantu anda untuk menjadi agen properti yang handal.

1. Dapatkan Izin
Sejak akhir tahun 2015 lalu, AREBI (Asosiasi Real Estate Broker Indonesia) terus menggiatkan lisensi bagi para broker melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Broker Properti. Dengan memiliki sertifikat/lisensi, maka agen properti dianggap sudah memiliki kemampuan menjalankan pekerjaan sebagai broker.

Bagaimana caranya mendapatkan sertifikat ini?
a. Agen properti yang ingin mendapatkan sertifikat/lisensi dapat datang ke Sekretariat LSP Broker Properti di Jl Jambu No. 2, Menteng, Jakarta Pusat (Telp: 021-3909913), atau
b. Untuk broker di luar Jakarta dan Pulau Jawa, pihak LSP Broker Properti membuka layanan sertifikasi secara kolektif. Ajak rekan-rekan agen yang lain untuk mengurus sertifikasi, nanti pihak LSP Broker Properti akan mendatangi lokasi Anda.

Keberadaan aturan ini dianggap penting mengingat Indonesia telah membuka peluang untuk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dengan diberlakukan MEA, broker properti asing akan mudah masuk ke Indonesia, sehingga persaingan antar broker pun akan semakin ketat.

2. Cari Kantor Agen Properti
Langkah yang kedua ini sebenarnya adalah opsi. Anda bisa memilih antara menjadi agen properti perorangan/individual atau tergabung dalam sebuah badan usaha. Bila memilih opsi ini sebaiknya anda mencari perusahaan agen properti yang memiliki reputasi bagus dan terpercaya. Cara mudahnya adalah dengan memeriksa kredibilitas perusahaan tersebut melalui ulasan di media sosial atau blog. Anda bisa juga meminta saran dari kerabat yang memahami seluk beluk sejumlah agen pemasaran properti. Lalu, lihat apakah kantor broker tersebut tengah membuka lowongan untuk sales.

Saat sudah menemukannya, ini waktunya Anda untuk mengajukan lamaran. Beruntung bila Anda diberi kesempatan untuk walk-in interview, karena Anda bisa langsung bertanya seputar profil perusahaan. Keuntungan menjadi bagian dari agensi properti adalah Anda bisa mendapatkan bimbingan dari senior dan database klien yang bisa Anda kembangkan sendiri.

Sebagai bahan pertimbangan, jangan lupa tanyakan 4 hal ini kepada bagian personalia:
a. Apakah perusahaan memberi kursus tambahan kepada karyawan atau agen propertinya?
b. Apakah ada pendamping yang siap mengajarkan saya?
c. Haruskah menerapkan gaya khas perusahaan saat berkomunikasi dengan klien?
d. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mendapatkan komisi?

3. Siapkan Anggaran

Anggaran ini dibutuhkan untuk mempersiapkan diri. Minimal dibutuhkan dana awal sekitar Rp 1 juta untuk membuat kartu nama, menjadi member berbayar di website properti terdepan, dan mendaftar sebagai anggota di portal web penjualan properti.

Belum lagi untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas, misalnya. Anda dapat juga mengikuti berbagai kursus atau seminar yang mengupas tuntas dunia properti. Meski harus mengeluarkan sejumlah uang, akan tetapi informasi yang didapat mampu memperkaya diri sekaligus modal berjualan.

4. Membangun Relasi dan Portofolio

Salah satu metode terbaik untuk membangun portofolio adalah mencari mentor. Barbara Kennon, dari National Association of Realtors, mengungkapkan bahwa menemukan mentor yang tepat sangat perlu khususnya bagi agen properti pemula. Mereka tentu mampu memandu Anda dalam melakukan proses jual beli properti hingga cara cepat mendapatkan klien.

Sedangkan metode yang lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan cara memanfaatkan orang terdekat Anda. menggunakan jaringan pribadi anda. Hubungi kerabat yang tengah berencana menjual rumah, tanah, atau apartemennya, dan tawarkan mereka untuk menggunakan jasa Anda sebagai agen.

5. Aktif di Media Sosial

Langkah berikut ini tentu tak membutuhkan modal besar, hanya memerlukan kuota internet di ponsel pintar Anda. Jejaring sosial yang bisa digunakan untuk memasarkan listing properti Anda meliputi Facebook, Twitter, atau bahkan Path.

Selamat mencoba, semoga sukses dalam usaha anda di bidang properti.

Sumber : okezone

humaikon

Write a Reply or Comment