Desain Trotoar Jalan Sudirman-Thamrin Dianggap Tak Efektif

Rencana revitalisasi trotoar dan jalan di sepanjang koridor Sudirman-MH Thamrin disesalkan. Pasalnya, revitalisasi tersebut diikuti dengan pemangkasan 451 pohon berukuran sedang dan besar di sepanjang jalan itu.

Pengamat tata kota Universitas Trisakti Nirwono Yoga mengatakan, pemangkasan pohon di sepanjang jalan Sudirman-Thamrin akan menambah polusi udara di sepanjang jalan tersebut.

“Penataan trotoar tidak menerapkan konsep pembangunan ramah lingkungan, bahkan bisa mengorbankan unsur lingkungan yang berdampak pada penurunan kualitas udara sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin,” kata Nirwono kepada Kompas.com, Kamis (8/3/2018).

Pemangkasan tersebut akan dilakukan sebagai dampak dari akan dihilangkannya jalur hijau pemisah antara jalur lambat dan jalur cepat.

Nantinya, pohon-pohon tersebut akan dipindahkan ke RPTRA Kalijodo, dan Taman BMW di Jakarta Utara. Selain itu, pohon-pohon tersebut juga akan dipindahkan ke Jalan Tipar, Cakung, Jakarta Timur.

Menurut Nirwono, pembangunan ramah lingkungan semestinya menjadi aspek yang diperhatikan pemerintah dalam merevitalisasi trotoar dan jalan tersebut.

Caranya dengan mengikuti dan mempertahankan keberadaan pohon-pohon tersebut, bahkan menambah lebih banyak dengan pohon-pohon besar lain sebagai peneduh dan penyerap polutan kendaraan di sepanjang koridor itu.

“Bukan memindahkan yang jauh dari lokasi awal,” kata Nirwana.

Nirwono juga menyoroti soal desain jalur untuk motor dan bus regular yang justru menjadi tidak efektif. Pasalnya, laju kendaraan bermotor dipastikan akan terhambat oleh pemberhentian bus regular di halte-halte yang ada.

“Ini akan berdampak pada kelancaran arus kendaraan motor. Maka yang akan terjadi adalah pengendara motor akan masuk ke kanan, ke jalur kendaraan pribadi jika lancar atau nekat menerobos masuk trotoar yang terbuka lebar,” tutur dia.

Meskipun selama ini sudah ada tiang pembatas di sejumlah trotoar di Jakarta, kenyataannya tiang-tiang itu tidak cukup efektif dalam mengurangi minat pengendara roda dua untuk tidak melaju di trotoar.

Nirwono menilai, jauh lebih baik bila Pemprov DKI Jakarta membatasi laju kendaraan bermotor di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, jika memang ingin mendorong orang untuk nyaman berjalan kaki dan beralih ke penggunaan transportasi massal.

“Percepatan penerapan electronic road pricing (ERP) juga harus segera diwujudkan tahun ini untuk membatasi kendaraan pribadi ke pusat kota termasuk ke Sudirman-Thamrin,” tuntasnya.

Sumber: kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *