May 16 2016 0Comment

Depok : Masihkah Menjadi Tujuan Utama Pembeli Rumah?

Setelah Pemerintah Daerah Kota Depok mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok No.13/2013 tentang bangunan dan izin mendirikan bangunan beserta produk turunanya, beberapa pengembang mulai berpikir ulang untuk membidik kawasan Depok untuk membuat proyek perumahan untuk kelas menengah.

Peraturan tersebut menjelaskan bahwa pengembang hanya bisa membangun rumah dengan kavling minimal 120 meter persegi. Achmad Samy, Director PT. Umawar Issabluza, salah satu pengembang perumahan, mengakui bahwa Perda tersebut cukup memberatkan.

“Pasalnya harga tanah sudah terlanjur tinggi sedangkan kami harus membuat rumah dengan minimal lahan seperti itu, otomatis ini berpengaruh kepada penawaran harga yang tinggi. Rumah dengan luas lahan 120 meter persegi tersebut merupakan rumah mewah, sedangkan segmenteasi pembeli di Depok memiliki ciri khas tersendiri,” kata Azis pada beberapa waktu lalu

Achmad juga menjelaskan bahwa segmentasi pasar di Depok cukup beragam. Banyaknya perguruan tinggi di Margonda menjadikan lokasi ini banyak dihuni oleh mahasiswa.

Selain itu, pembeli pemula (first time buyer) yang mencari perumahan di Depok memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Ada yang bisa menunggu sambil menabung, ada yang ingin memiliki rumah secepatnya dengan uang yang ada saat ini, yang kebanyakan belum terkumpul banyak.

“Peraturan pembatasan lahan tersebut otomatis berpengaruh terhadap penentuan harga di kawasan yang berpotensi tinggi, seperti di Margonda dan sekitarnya. Karena pada dasarnya produk (rumah) yang laku dipasaran adalah produk yang dibutuhkan atau dicari oleh semua kalangan. Bukan yang tersegmentasi (untuk menengah ke atas),” Achmad menjelaskan.

Pembangunan Infrastruktur dan Karakter Pembeli

Ditemui di tempat yang berbeda, Azis Cahya Perdana, Manager Marketing PT. Genesis Indojaya menuturkan bahwa kawasan Depok menjadi incaran karena lokasi yang strategis dan juga harga yang relatif terjangkau, berkisar Rp 140 juta – Rp 800 juta.

Azis menjelaskan bahwa jangkauan daya beli konsumen perumahan di Depok beragam. Ada first time buyer yang mencari harga rumah di kisaran Rp 150 juta-Rp 450 juta. Ada pula pembeli yang membeli rumah kedua atau rumah kesekian mereka. Mereka mengincar hunian di kisaran Rp 600 juta-Rp 1 miliar.

Pembeli yang telah memiliki rumah dan membeli rumah keduanya atau yang kesekian di Depok kebanyakan adalah orang yang telah mapan di sana. Rumah berikutnya yang mereka beli biasanya untuk anak-anak mereka, sehingga orang tua dan anak tersebut bisa tetap berdekatan.

“Mereka memilih Depok karena masih asri, kualitas airnya bagus, dan lingkungannya yang kondusif,” ujar Azis.

Perkembangan infrastruktur di Depok juga terlihat pesat. Pembangunan jalan tol dan jalur commuter line menjadikan kawasan ini kian mudah dijangkau.

Namun Azis mengakui bahwa adanya Perda tersebut membuat para pengembang melakukan penyesuaian harga. Ia berharap Pemerintah Kota Depok mempertimbangkan kembali peraturan tersebut dan menyesuaikannya dengan pangsa pasar potensial di kawasan itu.

Sumber : Rumah.com

humaikon

Write a Reply or Comment