June 06 2018 0Comment

Begini Cara Cegah Macet Tol Jakarta-Cikampek saat Mudik Lebaran

PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi ruas tol Jakarta-Cikampek (Japek) menjadi titik krusial yang harus diperhatikan saat mudik Lebaran. Hal itu mengingat telah tersambungnya jalur tol Jakarta-Surabaya yang menjadi daya tarik masyarakat untuk mudik melalui jalur darat.

General Manager Jasa Marga cabang tol Jakarta Cikampek, Raddy R Lukman, memprediksi lonjakan volume kendaraan di Cikarang Utama pada H-6 Lebaran mencapai 112 ribu kendaraan.

“Itu mungkin melewati tahun yang lama, dampak dari terkoneksinya ruas itu luar biasa Jakarta-Surabaya,” kata Raddy di kantor Jasa Marga, Jakarta, Rabu (6/6/2018).

Selain itu, penerapan transaksi 100% non tunai yang baru dimulai tahun ini juga berpotensi terjadi kendala pada gerbang tol (GT).

“Kita tahu pemudik tidak seluruhnya rutin menggunakan e-toll. Sehingga potensi terjadinya kendala di GT lebih besar, ada orang yang tidak bawa kartu, atau saldonya kurang, itu potensi kemacetan,” ujar Raddy.

Kemudian, pengerjaan proyek di ruas jalan tol, maka terjadi penyempitan pada segmen-segmen tertentu.

Jasa Marga akan menangani potensi kemacetan itu dengan beberapa cara. Mulai dari menghentikan sejumlah proyek dan menggeser pembatas jalan untuk menambah kapasitas ruang hingga penambahan mobile reader di titik-titik tertentu.

“Dengan adanya mobile reader Itu kita bisa menambah kapasitas transaksi 35-40%. Lalu kita tambah gardu juga. Di cikarang kita ada 25 tambahan mobile reader, itu bisa mengoptimalkan kapasitas antrean,” terang Raddy.

Selain itu, Jasa Marga akan mengurai volume kendaraan di tempat istirahat (TI) di ruas jalan tol tersebut, mulai dari pemberlakukan contra flow, hingga pemasangan CTV untuk mengetahui jumlah kendaraan yang terparkir di TI.

“Kita memasang smart kamera di entrance dan di exit TI, sehingga mobil yang masuk dan keluar terhitung. Jadi nanti ada VMS (Variable Message Sign) untuk menginformasikan jumlah tempat parkir yang ada. Jadi nggak usah teriak-teriak kalau sudah penuh, dan pengguna jalan juga sudah tahu kalau memang TI penuh,” tutur Raddy.

Sumber: detik.com

humaikon

Write a Reply or Comment